Jumat, 27 Maret 2009, pukul 04.15 WIB, tanggul Situ Gintung yang terletak di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten jebol mengakibatkan korban tewas dan luka-luka serta rusaknya rumah-rumah di utara Situ Gintung. Jebolnya tanggul Situ Gintung yang menelan puluhan korban jiwa dan ratusan rumah merupakan akibat dari berbagai faktor dari dalam dan dari luar yang ditandai oleh respons yang lemah. Situ Gintung merupakan obyek wisata danau alam yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1933.
Tetap menjadi pertanyaan di benak kita, mengapa tanggul itu bisa jebol mendatangkan air bah yang volumenya mencapai 2 juta meter kubik? Apakah jebolnya tanggul tersebut benar secara tiba-tiba tanpa adanya antisipasi sebelumnya?
Situ Gintung merupakan merupakan DAS kali Pesanggrahan. Karena perkembangan permukiman di Jabotabek, terjadi perubahan daerah tangkapan yang semula dapat menyerap air hujan menjadi aliran permukaan yang menjadi beban daya tampung sungai. Hal ini mempengaruhi debit aliran sungai yang awalnya kecil menjadi semakin besar hingga terjadi luapan yang membuat tanggul akhirnya jebol. Itulah perbuatan manusia. Sebenarnya sirine Situ Gintung sudah dibunyikan sejak jam 00.00 saat tanggul mulai retak dan air Situ mulai bocor. Tetapi, kebiasaan masyarakat, mereka tetap santai karena mereka pikir yang sebelum-sebelumnya keadaan seperti itu pun tidak terbukti. Kejadian Situ Gintung merupakan kejadian Tsunami kecil, dimana danau yang luasnya 21 hektar dan kedalaman 10 meter tumpah menjadi air bah yang menciptakan permukiman warga menjadi sungai.
Apa yang terjadi dengan Situ Gintung mengingatkan kita akan model pembangunan yang kurang memperhatikan daya dukung dari lingkungan. Kita juga diingatkan bahwa tugas pemeliharaan merupakan satu hal penting, tetapi justru sering dilupakan. Yang perlu menjadi perhatian adalah masih banyak situ-situ di Jabotabek yang kondisinya dalam keadaan kritis seperti Situ Gintung. Jakarta dibangun oleh Belanda dilindungi oleh dam-dam agar tanah di Jakarta dapat dijadikan permukiman untuk penduduk. Banyak sekali bendungan (dam) yang dibangun Belanda untuk menahan air agar tidak masuk ke tempat permukiman. Setiap kawasan di Jakarta dikelilingi oleh dam-dam tersebut. Dan tidak dapat dibayangkan jika dam-dam tersebut mulai tidak bisa menahan air dan akhirnya jebol satu persatu seperti yang terjadi di Situ Gintung. Dam yang ada di Jakarta antara lain adalah Danau Sunter di Jakarta Utara, Situ Babakan, dan situ-situ lainnya yang dibangun pada waktu yang hampir bersamaan dengan situ gintung yang akan jebol mungkin sebentar lagi karena tidak ada tindak lanjut yang jelas untuk membenahi semuanya. Mengerikan!!
Bayangkan saja jika sampai Jakarta tenggelam karena tanggul-tanggul jebol! Karena posisi Jakarta yang seperti mangkok yang dikelilingi oleh air yang dibatasi oleh tanggul yang sudah tua dan tidak dirawat. Tinggal menunggu kapan kita akan terkena giliran. (Na uzubillahiminzalik)! Semoga saja ada tanggapan dan sikap yang cepat dari Pemerintah agar tidak terjadi Situ Gintung ke2. Amin.
Tetap menjadi pertanyaan di benak kita, mengapa tanggul itu bisa jebol mendatangkan air bah yang volumenya mencapai 2 juta meter kubik? Apakah jebolnya tanggul tersebut benar secara tiba-tiba tanpa adanya antisipasi sebelumnya?
Situ Gintung merupakan merupakan DAS kali Pesanggrahan. Karena perkembangan permukiman di Jabotabek, terjadi perubahan daerah tangkapan yang semula dapat menyerap air hujan menjadi aliran permukaan yang menjadi beban daya tampung sungai. Hal ini mempengaruhi debit aliran sungai yang awalnya kecil menjadi semakin besar hingga terjadi luapan yang membuat tanggul akhirnya jebol. Itulah perbuatan manusia. Sebenarnya sirine Situ Gintung sudah dibunyikan sejak jam 00.00 saat tanggul mulai retak dan air Situ mulai bocor. Tetapi, kebiasaan masyarakat, mereka tetap santai karena mereka pikir yang sebelum-sebelumnya keadaan seperti itu pun tidak terbukti. Kejadian Situ Gintung merupakan kejadian Tsunami kecil, dimana danau yang luasnya 21 hektar dan kedalaman 10 meter tumpah menjadi air bah yang menciptakan permukiman warga menjadi sungai.
Apa yang terjadi dengan Situ Gintung mengingatkan kita akan model pembangunan yang kurang memperhatikan daya dukung dari lingkungan. Kita juga diingatkan bahwa tugas pemeliharaan merupakan satu hal penting, tetapi justru sering dilupakan. Yang perlu menjadi perhatian adalah masih banyak situ-situ di Jabotabek yang kondisinya dalam keadaan kritis seperti Situ Gintung. Jakarta dibangun oleh Belanda dilindungi oleh dam-dam agar tanah di Jakarta dapat dijadikan permukiman untuk penduduk. Banyak sekali bendungan (dam) yang dibangun Belanda untuk menahan air agar tidak masuk ke tempat permukiman. Setiap kawasan di Jakarta dikelilingi oleh dam-dam tersebut. Dan tidak dapat dibayangkan jika dam-dam tersebut mulai tidak bisa menahan air dan akhirnya jebol satu persatu seperti yang terjadi di Situ Gintung. Dam yang ada di Jakarta antara lain adalah Danau Sunter di Jakarta Utara, Situ Babakan, dan situ-situ lainnya yang dibangun pada waktu yang hampir bersamaan dengan situ gintung yang akan jebol mungkin sebentar lagi karena tidak ada tindak lanjut yang jelas untuk membenahi semuanya. Mengerikan!!
Bayangkan saja jika sampai Jakarta tenggelam karena tanggul-tanggul jebol! Karena posisi Jakarta yang seperti mangkok yang dikelilingi oleh air yang dibatasi oleh tanggul yang sudah tua dan tidak dirawat. Tinggal menunggu kapan kita akan terkena giliran. (Na uzubillahiminzalik)! Semoga saja ada tanggapan dan sikap yang cepat dari Pemerintah agar tidak terjadi Situ Gintung ke2. Amin.
Insyaallah Negeri kita akan kembali bahagia setelah banyaknya kejadian2 yang memberikan tanda bahwa rakyat indonesia harus tetap bersatu.. Merdeka!!
BalasHapusyang gua kasian tuh ya, pas orang lagi enak2 bobo tiba" ada air bah gt dateng.. Intinya gw lbh bersyukur dgn kesehatan dan keadaan gw skrg.. Thanks ya tmn utk artikel na...
BalasHapuskejadian itu menyadarkan kita betapa hebat nya kekuatan sang pencipta,,
BalasHapusdimanapun,kapanpun dan bagaimanapun caranya "ia" dapat membuat dan menghilangkan apapun yang dikehendakinya..
semua yang datang dariNYA akan kembali padaNYA..
BalasHapusjadikan tragedi tersebut sebagai bahan renngan untuk kita,,
ok beibh..
hmm..gw secara pribadi turut bersimpati dan prihatin..
BalasHapustp yaa gimana lagi? namanya juga bangunan tua jaman belanda..
dah gitu tata kotanya ngaco, masa bikin pemukiman di bawah/sekitar tanggul?? ya resiko kena banjir pasti bakal terjadi lah..
CMIIW ♫♫♫
yeppp setuju!!!yg buat pemukiman di sekitar tanggul itu orang aneh!!!
BalasHapusmasa ga diperkirakan apa resikonya! Trs udh gitu "careless" lagi sm perawatannya!!!
haaaaaaaaa dibilang musibah!!!kyanya lebih besar ke HUMAN ERROR,,but I'll pray for em!!so that they can rest in PEACE!AMEN...
ibarat pepatah jawa ala gw ♫♫♫..
BalasHapus"nek arep nggawe omah ojo ning cedak2 tanggul, oj ning cedak2 gunung merapi, lan ojo ning cedak2 pantai ngidul (pantai selatan).."
klo dari gw sih ada satu lagi..
jgn bikin rumah di pinggir Rel kereta, nanti digusur SAT-POL PP..hehe
Berharapppp kejadian ini tidak akan terjadi lagiiiiiiiii!!!!
BalasHapusperhatian Buaatttt penata kota Indonesiaaaa...
I'll try to help them!
BalasHapushal ini sudah terjadi, jadikan pelajaran!
the most important thing 4 this time:JUS hellllpppppp them'''korban yg selamat!!!
SOOOOOOOONNNN
dan juga pemberitaan media NASIONAL yg mnurut gw agak lebay dah, yaa soalnya gara2 ada si Bens Leo dan Kak Seto jadi bencana Situ Gintung terus diekspose seolah jadi bencana nasional..
BalasHapuscoba klo daerah lain yg terkena "bencana alam" beneran/ gak ada indikasi human error, pasti media nayangin beritanya cuma sekali-dua kali aja..
CMIIW
laper euy, makan dulu yak ♫♫♫
BalasHapusMembuat pemukiman ditengah tanggul sama dengan membuat rumah dikaki gunung berapi!!!!!
BalasHapus"ga make sense"
WEIRDDDD
keep strong for them.Iknow it really hurts losttt almost everything that u have!!!
BalasHapusJUs put Ur trust inGod!!!that's the good decision!
berharap yang terbaik untuk mereka,semoga pemerintah BENAR-BENAR tergerak untuk melakukan pertolongan+bantuan jangka panjannnnggg.....
BalasHapusFor the politic party.....
BalasHapusspend ur time for them,,jangan hanya u/ campaign yg i think not so important!!
if u really wanna prove ur self! let's do it!
jangan hanya janji!!!
1 of the sign of the end of dayssss...
BalasHapusyeah i believe it!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussundul lagiii biar trit-nya eksis..
BalasHapusdan biar para blogger membantu para korban pastinya..
besides that this's the one 1 global warming effect! cuaca yg tidak menentu, membuat bangunan cepat rapuh!!!Penghijauan yang kurang membuat tanah longsor,akar pohon yg kuat semestinya bisa menahan..supaya tanah tdk longsor
BalasHapusDoing something 4 our earth!
BalasHapussitu adalah salah 1 bentuk dari kelalaian
klo situ merupakan salah satu kelalaian, sini gimana??
BalasHapusahahaha.....
BalasHapuslucu banget si....
apalagi tu tuh si Nirbhita Ragil Kumara!!!
;p
satu lagi si Zefanya Norman....
makasih banyak yaaa....
thanks a lot.....
semoga semua situ-situ yg ada di Indonesia tidak mengalami kejadian seperti yg terjadi di sini-sini..♫♫♫
BalasHapusahahaha......
BalasHapusamiiinn....
semoga di sini gak seperti di situ...
weks,,ternyata disini dah bnyak comment,,kaga perhatiin gw.. T_T
BalasHapusnasib gw gmna neh comment'a T_T
dibalik kejadian slalu ada hikmah neng ,,
kebetulan itu tmtnya masih daerah gw, cuma agak jauh aja.
BalasHapusyaaaa semoga dari kejadian ini, ada hikmahna lah.
kita berdoa aja ;)
re, visit my blog yahh..
www.dindacariza.blogspot.com
iyaa..
BalasHapuslagian kayaknya pemerintah dl jg ga peduli amt ma kondisi ditu gintung.
mslh kcl jd bsr de..
-penny
hmm... sulit untuk kasih comment tentang situ gintung. tp yg pasti w sedih waktu nonton berita tentang musibah di situ gintung. sampai saat ini udh 100 orang yg dinyatakan meninggal & puluhan orang lainnya masih blm ditemukan. god?! dosa apakah yg telah indonesia lakukan sehingga Kau memberikan cobaan yg seperti ini...
BalasHapusw harap dgn adanya musibah seperti ini, pemerintah bisa lebih aware dgn situ gintung. jgn kayak korban lumpur lapindo yg sampai saat ini kehidupannya jd luntang lantung gak jls gitu. mana janji pemerintah? jgn cuma ngomong aja tp do something donk...
BalasHapus