Apa harus dibedakan 2 orang anak laki-laki dan perempuan dalam suatu keluarga? Kali ini yang aku rasakan adalah ketidak adilan. Sungguh-sungguh tidak adil yang dilakukan oleh kedua orang tuaku (khususnya mamaku) kepadaku dan adik laki-laki ku. Walaupun aku sadar kalau beliau adalah orang yang paling dicintai Tuhan karena surga ada di bawah telapak kakinya.
Beda umurku dan adikku padahal hanya 2 tahun, tapi perlakuan yang kami dapatkan sangat jauh berbeda. Di rumah, kami sekeluarga tinggal berempat, tetapi hanya adikku lah yang paling dimanja (apalagi sama mamaku). Seperti
di-anak tirikan rasanya aku ini. Memang, apapun yang aku minta, mereka selalu berikan, tapi sungguh bukan itu mauku.
Yang aku mau, aku diperlakukan sama seperti adikku. Setidaknya bukan aku yang mengikuti adikku, tetapi adikku yang diperlakukan seperti aku. Memang, aku terlihat jauh lebih menonjol ketimbang adikku. Aku bisa melakukan berbagai macam, aku pintar dan aku bisa dengan mudah mendapatkan apa yang aku inginkan (walaupun itu dari orang lain). Munkin saja sebenarnya adikku bisa seperti aku, asal tidak dimanja terus menerus oleh mama seperti selama ini. Adikku pun bahkan menjadi tidak punya etika dan cuek terhadap segala sesuatu yang ada di rumah (termasuk kepada mama). Sewaktu adikku ada masalah dan mamaku tidak bisa menenangkan dan memberikan solusi, akulah yang diperintah untuk menangani adikku (memangnya aku ini baby sitter atau psikiater?!)
Sebenarnya aku ingin menyayangi orang tuaku sepenuh hatiku. Aku sangat sayang pada keluargaku, tapi mengapa seperti ini yang aku dapat?
Aku hanya ingin diperlakukan sama seperti adikku! Itu saja! Tidak lebih!!Ini ceritaku dan bagaimana orang tuaku memperlakukanku secara berbeda dengan adikku.
1. Masalah mengurus rumah dan bersih-bersih rumahMemang sudah seharusnya yang bersih-bersih rumah adalah perempuan, dan aku pun sangat sadar akan hal itu. Aku anak perempuan dan harus bersih-bersih rumah. Tapi apakah adikku tetap disuruh diam saja sedangkan aku bersih-bersih rumah yang luas itu? Suatu ketika aku sakit, dan hari itu hari sabtu, hari dimana biasanya aku bersih-bersih rumah. Tetapi apa mereka tidak memperhatikan aku? Atau mungkin
tidak peduli akan kesehatanku, sampai-sampai aku tetap disuruh untuk bersih-bersih rumah?! Tolong dong, ada adikku, dia juga bisa melakukannya, tapi sayangnya tidak ada satu pun diantara mama dan bapakku yang menyuruhnya. Hal ini tidak hanya terjadi sesekali, tetapi
sering sekali. Aku bekerja, sedangkan adikku main atau malah
ongkang-ongkang kaki sambil nonton tv. Apakah ini wajar?? Adil??
2. Masalah mengurus keperluan sendiriSemenjak aku kelas 1 SMA, aku sudah diperintahkan oleh orang tuaku untuk mencuci baju sendiri (semenjak tidak ada pembantu). Dan aku pikir, ada benarnya juga, aku tidak harus merepotkan bapak untuk mencuci baju dan mama untuk menyetrika bajuku. Sampai akhirnya masih aku jalani sampai sekarang. Tetapi waktu pun berjalan, aku dan adikku pun tumbuh semakin dewasa, membuat aku berpikir, kenapa adikku tidak diperintah seperti aku? untuk mencuci baju sendiri, padahal umurnya sekarang sudah hampir 19 tahun dan dia pun
laki-laki, tapi masih saja baju dicuci dan disetrika oleh orang tua. Sedangkan aku, tidak mencuci baju satu minggu saja, sudah dimaki oleh mereka. Enak sekali hidup adikku itu. Tapi untuk yang satu ini, aku mau,
orang tuaku memperlakukan adikku seperti aku.
Mungkin itu hanya sedikit contoh yang membedakan aku dengan adikku yang dilakukan orang tuaku. Sebenarnya masih banyak selain ini, tapi mungkin lebih baik jika aku simpan sendiri.
Apakah iya, anak pertama selalu di-nomer duakan?? Serasa aku bukan anak mereka! Jujur,
aku tidak betah hidup dalam keluarga ini!!